Showing posts with label Kuliner Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Kuliner Nusantara. Show all posts

Tuesday, May 7, 2019

Masakan Khas Jawa Timur: Ayam Lodho

Ayam lodho (Sumber: http://www.diahdidi.com)


Produk kuliner yang memiliki citarasa lezat banyak di antaranya yang menggunakan bahan utama daging ayam. Banyak makanan khas tradisional di Nusantara yang berbahan dasar daging ayam, misalnya ayam tangkap dari Aceh, ayam taliwang dari Nusa Tanggara Barat, ayam betutu dari Bali, dan ayam kremes kalasan dari Yogyakarta. Nah, dalam memanfaatkan daging ayam sebagai bahan utama masakan, Jawa Timur juga tidak mau ketinggalan.
Jawa Timur memiliki produk kuliner khas yang disebut ayam lodho. Kuliner ini dibuat dengan bahan pokok daging ayam kampung yang kesat dan gurih. Ayam lodho berasal dari Tulungagung, sebuah kota dan kabupaten yang terletak di pesisir selatan dekat dengan Blitar, Kediri, dan Ponorogo di Provinsi Jawa Timur.
Daging ayam kampung pada ayam lodho dimasak dengan cara dibakar. Cara memasaknya dimulai dengan memanggang daging ayam yang dilumuri garam di atas bara api. Sembari menunggu daging berwarna kecokelatan, diracik tumisan bumbu halus yang dibuat dari bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, kencur, cabai merah keriting, dan garam serta bumbu kasar yang dibuat dari merica (tumbuk kasar), ketumbar (tumbuk kasar), jintan, cabai rawit, dan lengkuas (iris kasar).

Ayam lodho hasil modifikasi (Sumber: https://geasy.wordpress.com)

Ke dalam wajan yang berisi tumisan bumbu halus dan bumbu kasar dituangkan santan (kelapa) encer dan aduk sampai mendidih. Daging ayam yang sudah berwarna kecokelatan (setengah matang) selanjutnya dimasukkan ke dalam wajan bersama dengan lengkuas, daun jeruk purut, dan daun salam. Lanjutkan memasak dengan api kecil sampai mendidih, tambahkan santan kental,  dan teruskan lagi dengan api kecil sampai kuahnya menjadi sangat kental.
Sebelum disantap, masakan disarankan untuk disimpan lebih dahulu selama semalam dan dipanaskan kembali keesokan harinya. Setelah itu, baru disantap dengan nasi gurih (nasi uduk) dan urap sayur. Citarasa ayam lodho cenderung pedas, cocok untuk penggemar kuliner yang menyukai masakan pedas.
Aroma ayam lodho khas sekali sebagai hasil perpaduan antara santan kental dan beraneka ragam rempah. Adapun tekstur dagingnya lembut dan halus. Bumbu yang meresap ke dalam daging dan gurihnya santan membuat daging ayam lodho bisa dengan mudah dilepas dari tulangnya serta terasa lezat untuk disantap.

Tuesday, April 30, 2019

Masakan Khas Jawa Timur: Rawon

Rawon (Sumber: http://www.wisatasidoarjo.com)


Rawon adalah masakan tradisional khas dari Jawa Timur. Saat ini rawon sudah umum dikenal di kalangan masyarakat dari luar Jawa Timur, terutama masyarakat Jawa Tengah bagian timur yang dekat dengan perbatasan Jawa Timur. Masakan ini juga sudah menyebar sampai ke Jakarta dan beberapa daerah lain sehingga dapat dikatakan sudah masuk dalam kategori makanan tradisional Indonesia (Nusantara).

Rawon dibuat dengan bahan utama daging sapi yang biasanya berasal dari bagian sandung lamur. Daging sapi dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam air (kuah) kaldu daging yang dibumbui campuran garam, kemiri, bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, cabai, kunyit, serai, daun jeruk purut, minyak nabati, dan kluwak. Rempah terakhir ini, yakni kluwak (kluwek), memberi karakter unik pada rawon.

Kehadiran kluwak menjadikan rawon memiliki citarasa yang khas. Kluwak juga menyebabkan kuah rawon menjadi berwarna hitam atau gelap. Oleh karena kuahnya yang berwarna hitam, rawon kadang-kadang disebut sebagai sup daging hitam dan di luar negeri lazim disebut black soup.

Rawon (Sumber: www.unileverfoodsolutions.co.id)


Ke atas hidangan rawon yang siap disantap, biasanya ditaburkan tauge mentah dan bisa juga ditambahkan irisan daun bawang. Rawon dapat dinikmati dengan pelengkap sambal, kerupuk udang, dan telur asin (kadang juga masih ditambah empal). Kelezatan rawon makin komplet jika disantap bersama nasi putih yang masih hangat.

Kepopuleran rawon yang kini mulai menyebar ke berbagai daerah menyebabkan munculnya beberapa varian rawon menurut daerah pembuat dan penikmatnya atau bahan utama untuk membuatnya. Misalnya saja, sekarang ada rawon pantura lamongan, rawon blonceng, rawon dada ayam, rawon ayam labu siam, rawon manisa, dan rawon iga sapi. Jika tertarik, Anda juga bisa membuat varian baru berdasarkan inovasi dan kreativitas Anda sendiri.

Friday, April 19, 2019

Masakan Khas Jawa Timur: Rujak Cingur

Rujak cingur matengan (Sumber: https://medium.com)


Rujak cingur adalah makanan khas tradisional dari Jawa Timur. Makanan ini berasal dari ibu kota Jawa Timur, Surabaya. Sebagaimana namanya, rujak cingur terbuat dari bahan dasar cingur, yakni mulut atau moncong sapi, yang dipadu dengan berbagai jenis sayuran dan buah.

Kata cingur  (bahasa Jawa) berarti ‘mulut’. Kata ini (cingur) merujuk pada irisan mulut/bibir atau moncong sapi atau kerbau rebus yang dicampurkan ke dalam adonan. Selain cingur, bahan-bahan lain yang digunakan untuk membuat rujak cingur adalah beberapa jenis buah, seperti kerahi (krai, yaitu sejenis timun), bengkuang, mangga muda, nanas, kedondong. Bahan-bahan lainnya adalah tahu, tempe, lontong, tauge, kangkung, dan kacang panjang.

Semua bahan itu, termasuk cingur, diiris dan dicampur dengan bumbu atau saus yang terbuat dari petis, gula pasir/gula merah, cabai, kacang tanah goreng, bawang goreng, garam, dan irisan pisang biji hijau muda (pisang klutuk). Semua bumbu dicampur dengan cara diulek. Ditambahkan pula ke dalamnya sedikit air matang sebagai pengencer.

Rujak cingur mentahan (Sumber: https://pesona.travel)

Rujak cingur dibuat dan dihidangkan dengan dua cara, yakni biasa (mentahan) dan matang (matengan). Jika dibuat dalam bentuk biasa, maka semua bahan yang telah disebutkan di atas (termasuk irisan buah mentah: bengkuang, mangga muda, nanas, dan kedondong) disertakan. Adapun jika dibuat dalam bentuk matengan, yang disertakan hanya bahan-bahan yang telah dimatangkan (sebagian direbus dan sebagian digoreng) yang terdiri atas tempe (goreng), tahu (goreng), lontong (rebus), dan sayur-sayuran yang direbus (krai, kangkung, kacang panjang, dan tauge), sedangkan buah-buahan mentah tidak disertakan.

Untuk kedua bentuk penyajian itu, bumbu atau saus yang digunakan tetap sama. Alas yang digunakan untuk penghidangannya bisa piring atau daun pisang yang dibentuk pincuk. Sebagai pelengkap, biasanya disertakan juga kerupuk.

Sunday, March 17, 2019

Makanan Khas Sumatra Selatan yang Bercita Rasa Istimewa

Pempek Palembang (Sumber: Virny Apriliyanty-https://sajiansedap.grid.id)


Sebagaimana Sumatra Barat dengan rendangnya yang legendaris, Sumatra Selatan juga memiliki produk kuliner khas yang sama legendarisnya, yakni pempek. Pempek tidak hanya terkenal di Sumatra Selatan dan Pulau Sumatra, melainkan juga, dapat dikatakan, sudah populer di seluruh nusantara. Pempek memiliki citarasa yang khas dan lezat.
Namun, Palembang dan Sumatra Selatan tidak hanya memiliki pempek. Mungkin benar, sebagai ibu kota Sumatra Selatan, Palembang menjadi gudangnya produk kuliner andalan Sumatra Selatan, tetapi perlu dicatat bahwa provinsi ini secara umum memiliki produk kuliner yang kaya dan enak. Selain ada pempek, masih ada beberapa kuliner khas Palembang dan Sumatra Selatan yang perlu diketahui publik. Berikut ini di antaranya.
·        Pempek (Empek-Empek)
Pempek atau empek-empek adalah sejenis makanan ringan. Makanan khas Palembang dan Sumatra Selatan ini terbuat dari bahan utama daging ikan dan tepung kanji. Daging ikan yang digiling lembut dicampur dengan tepung kanji. Adonan ini dapat dan seringkali dipadu dengan telur, sedangkan bumbu yang diperlukan, antara lain, bawang putih dan garam.
Pempek disajikan bersama potongan mentimun kecil-kecil dengan kuah yang dicampur dengan cuka (cuko). Cuka dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang kering (ebi), cabai rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Pelengkap yang lain untuk menyantap penganan ini adalah mi kuning.

Pempek kapal selam (Sumber: Sajian Sedap-kaltim.tribunnews.com)

Ada beberapa macam pempek yang dibuat dan dijual masyarakat. Jenis yang paling terkenal adalah pempek kapal selam, yaitu pempek yang diisi dengan telur ayam. Jenis yang lain adalah pempek lenjer, pempek bulat, pempek kulit ikan, pempek pistel (berisi irisan pepaya muda rebus yang ditumis dan dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting.
Pempek sebenarnya tidak hanya diproduksi di Palembang, tetapi juga dibuat dan dijual di berbagai pelosok desa dan kota di Sumatra Selatan. Oleh sebab itu, sebenarnya sulit untuk disimpulkan bahwa pempek sepenuhnya berasal Palembang. Pempek bisa ditemukan dengan mudah di Kota Palembang dan di Sumatra Selatan umumnya.
·        Pindang
Pindang adalah makanan khas Palembang Melayu. Pindang merupakan masakan yang dibuat dengan pengolahan yang sederhana. Pada masa lalu, aktivitas dan kesibukan masyarakat Palembang khususnya dan Sumatra Selatan umumnya yang tinggi menyebabkan kegiatan memasak dilakukan secara praktis sehingga masakan pindang menjadi pilihan yang tepat.

Pindang ikan (Sumber: https://travelingyuk.com)

Bahan pokok yang digunakan untuk memasak pindang adalah ikan atau udang. Ikan yang biasa dimasak pindang adalah baung (Mocrones micracanthus Bleeker), jelawat (Leptobarbus hoehoevenii), betok (Anabas testudineus), juaro (Pangasius [ordo Osthariophysi]), gabus (Channa striata), patin (Pangsius nasutus Bleeker), toman (Chana micropeltes), bujuk (Chana marulias), lais (Krioptoterus), serandang (Chana malioides), dan belida (Notopterus chitala). Udang atau ikan dimasak dengan air (kuah) serta bumbu yang, antara lain, terdiri atas kunyit, lengkuas, serai, cabai, asam kandis, gula, dan garam.
Awalnya, kepraktisan menjadi aspek utama dalam memasak pindang. Seiring perkembangan zaman, masakan dan hidangan pindang mengalami variasi-variasi. Pindang kini tidak lagi dibuat dengan bahan utama udang atau ikan, tetapi juga bahan-bahan lain, sehingga kemudian dikenal pindang teri, pindang tulang, pindang ayam, pindang daging, pindang terung, dan sebagainya.
·        Tekwan
Satu lagi hidangan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan tepung adalah tekwan. Tekwan dibuat dari campuran (adonan) daging ikan dan tepung tapioka yang dibentuk menjadi bulatan (bola) kecil-kecil serta disajikan dengan kuah yang bercitarasa udang (dari kaldu udang). Sebagai pelengkap biasanya ditambahkan bihun, irisan bengkoang dan jamur, serta ditaburi irisan seledri, daun bawang, dan bawang goreng.

Tekwan (Sumber: http://lezat.com)

Kata “tekwan” konon berasal dari kata ‘berkotek samo kawan'. Dalam bahasa Palembang, ungkapan ini berarti ‘duduk mengobrol bersama teman’. Tidak sebagaimana pempek yang dapat dijumpai di banyak kota di Indonesia, tekwan relatif lebih terbatas popularitas dan penyebarannya. Jika tidak di Palembang dan Sumatra Selatan, kita agak sulit menemukan produk kuliner yang satu ini.
·        Mi Celor
Mi celor adalah makanan tradisional Sumatra Selatan yang berasal dari Kota Palembang. Masakan ini menggunakan mi dan udang sebagai bahan utamanya. Sebagai isi dan pelengkapnya, ditambahkan telur, tauge, perasaan jeruk nipis, serta taburan daun seledri, daun bawang, dan bawang goreng.

Mi celor (Sumber: https://travelingyuk.com)

Kuahnya menggunakan santan dan kaldu udang kering (ebi). Sebelum dimasukkan ke dalam kuah santan, beberapa bahan disiram lebih dahulu dengan air panas. Ukuran (diameter) mi yang digunakan untuk membuat mi celor biasanya lebih besar dari ukuran mi umumnya. Masakan ini menggiurkan disantap saat masih panas dan cocok untuk hidangan saat udara sedang dingin.
·        Lenggang
Lenggang merupakan produk kuliner hasil variasi dari pempek. Lenggang dibuat dengan bahan utama telur (bebek) dan pempek. Pempek rebus yang terbuat dari adonan tepung sagu dan ikan dimasukan ke dalam adonan telur dan kemudian telur digoreng dadar.

Lenggang (Sumber: http://www.heytheresia.com)

Setelah matang ditambahkan kuah cuka atau cuko (cuko adalah kuah atau saus yang terbuat dari campuran cabai, bawang putih, gula merah, dan asam) seperti halnya membuat pempek umumnya. Sebagai pelengkap, biasanya ditambahkan irisan mentimun dan bawang goreng.
·        Burgo
Burgo dapat dikatakan sebagai makanan kecil (kudapan) dan bukan makanan utama. Burgo merupakan makanan tradisional dari Palembang. Burgo dapat dibeli di warung-warung khas Palembang dan biasanya disajikan bersama dengan makanan lain, seperti laksan, lakson, dan celimpungan. Burgo akan terasa lebih enak dimakan dalam keadaan hangat.

Burgo (Sumber: http://www.yaresep.com)

Burgo merupakan hidangan masakan yang berkuah. Bahan utama membuat burgo adalah beras, sagu, ikan gabus, dan air (kuah). Bumbu yang diperlukan dalam proses pemasakannya, antara lain, garam, gula pasir, ketumbar, kemiri, kencur, kunyit, serai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, dan merica. Adapun kuahnya dibuat dengan bahan utama air santan, kaldu bubuk, udang rebon, daun salam, dan daun jeruk.

Jika ke Lampung, Jangan Lupa Membawa Oleh-Oleh Ini

Kopi lampung (Sumber: https://sportourism.id)


Kali ini kita akan membahas oleh-oleh khas Lampung, yang wajib Anda coba dan bawa ke rumah untuk dibagikan kepada keluarga dan teman. Lampung yang berada di ujung tenggara Pulau Sumatra dan berbatasan dengan Pulau Jawa, bisa dijangkau wisatawan dari Jakarta.
Anda hanya perlu menyeberang menggunakan kapal fery atau menggunakan jalur udara. Berikut ini adalah oleh-oleh khas Lampung yang wajib Anda tahu dan dijadikan buah tangan untuk para kerabat tercinta.
·         Lapis Legit
Lapis legit banyak ditemui di berbagai tempat di Indonesia. Makanan khas Lampung yang satu ini cocok untuk menjadi teman minum teh atau kopi. Kue lapis, seperti namanya, mempunyai tekstur yang berlapis-lapis. Rasanya manis dan juga lembut sehingga kue lapis sangat diminati.
Lapis legit khas Lampung (Sumber: http://dapursantap.blogspot.com)

·         Geguduh
Jika suka dengan makanan ringan atau cemilan yang mempunyai cita rasa manis, Anda bisa mencoba makanan khas Lampung ini. Geguduh adalah makanan sejenis kue yang terbuat dari pisang yang telah dihaluskan. Makanan ini bisa disajikan untuk tamu atau dinikmati bersama keluarga saat sedang berkumpul.
·         Kemplang
Kemplang terbuat dari ikan yang diolah dan dijadikan kerupuk. Rasanya renyah dan gurih, membuat camilan yang satu ini sering dijadikan buah tangan.
Kurupuk kemplang diolah dengan cara dipanggang menggunakan pasir sehingga mempunyai aroma dan rasa yang sangat nikmat. Kemplang biasanya dimakan bersama saus khusus yang dibuat sebagai cocolan dan berbahan dasar gula merah dan cabai serta sedikit cuka untk menambah rasa asam. Jika Anda berkunjung ke Lampung, wajib membawa makanan ini sebagai buah tangan.
Kemplang (Sumber: @ommakanom)

·         Pempek Lampung
Jika kita mendengar kata ‘pempek’, pasti kita akan membayangkan Kota Palembang. Kenyataannya, pempek bukan hanya terdapat di Palembang, tetapi juga di Lampung. Walaupun namanya sama, tetap memiliki perbedaan.
Perbedaannya adalah jika pempek Palembang memakai ikan belida sebagai bahan utamanaya, maka pempek Lampung kebanyakan memakai ikan tenggiri lantaran lebih mudah didapatkan. 
·         Keripik Pisang Lampung
Satu lagi makanan khas lampung yang tidak boleh Anda lewatkan adalah keripik pisang lampung. Keripik pisang memang sering kita jumpai di berbagai daerah di Indonesia. Yang membedakan keripik pisang Lampung dengan daerah lain adalah rasanya. Jika kita biasanya menemukan keripik pisang yang hanya digoreng renyah, keripik pisang lampung mempunyai berbagai varian rasa, seperti cokelat, kopi, keju, melon, stroberi, dan masih banyak lagi.
Keripik pisang (Sumber: https://www.omiyago.com)

·         Kopi Lampung
Tidak lengkap rasanya jika kita tidak memasukan kopi lampung ke dalam  makanan khas Lampung. Kopi lampung memang sangat terkenal di berbagai daerah di Indonesia, bahkan di mancanegara. Bukan tanpa alasan, kopi lampung adalah salah satu kopi terbaik di Indonesia.
·        Pie Pisang
Oleh-oleh khas Lampung yang harus Anda bawa jika sedang berkunjung ke sana adalah pie pisang. Meski tergolong masih baru, pie pisang sudah banyak dijadikan oleh-oleh dan banyak penggemarnya.

Sunday, January 13, 2019

Makanan Khas Jawa Barat: Batagor


Batagor (Sumber: https://www.cookpad.com)

Indonesia kaya akan kuliner khas tradisional. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki makanan/minuman atau kuliner khas. Tidak hanya disukai oleh masyarakat lokal yang bersangkutan, makanan khas daerah seringkali juga digemari oleh masyarakat daerah lain dan bahkan juga turis mancanegara yang datang berkunjung.

Jawa Barat adalah salah satu daerah yang terkenal dengan kuliner khas tradisionalnya. Kuliner khas dari daerah ini banyak diakui memiliki cita rasa yang enak dan unik serta telah pula menyebar ke daerah-daerah lain. Berikut ini saya “hidangkan” ke hadapan Anda produk kuliner khas dari provinsi asal masyarakat Sunda ini, yakni batagor.

Konon, nama ‘batagor’ diambil dari akronim (singkatan) “bakso tahu goreng”. Konon pula, makanan khas Bandung ini diadaptasi dari kuliner Tionghoa-Indonesia. Meskipun bukan asli dari Bandung atau Sunda umumnya, batagor sudah diakui dan bahkan terkenal sebagai makanan khas dari Bandung serta saat ini sudah meluas dan dapat dijumpai di berbagai pelosok Indonesia.

Batagor (Sumber: http://www.sajiansedap.grid.id)


Sesuai dengan namanya (batagor: bakso tahu goreng), makanan ini dibuat dari bahan utama tahu dan bakso. Paduan tahu dan bakso dicampur dengan bahan lain dan digoreng. Bentuk konkretnya, tahu biasa atau tahu yang sudah dilembutkan diisi dengan adonan bakso yang terbuat dari daging ikan tenggiri dan tepung tapioka/tepung sagu (dengan bumbu, antara lain, garam, gula pasir, merica, dan daun bawang), kemudian dibalut (dibungkus) dengan pangsit dan digoreng.

Perpaduan bakso dan tahu goreng (plus pangsit) itu selanjutnya digabungkan dengan irisan kentang goreng, tahu goreng, kol rebus, serta dapat juga ditambahkan telur rebus. Semua bahan ini ditempatkan dalam sebuah wadah, kemudian disiram dengan saus atau sambal kacang. Saus atau sambal kacang dibuat dengan kacang tanah goreng, cabai merah goreng, bawang putih goreng, cuka, garam, gula pasir, dan air.

Batagor dapat disantap cukup dengan siraman saus atau sambal kacang. Namun, untuk menambah citarasa dan kesedapan, dapat dibubuhkan pula kecap manis, sambal, dan air jeruk nipis atau jeruk limau. Seperti halnya siomai, batagor juga dapat disantap bersama nasi atau lontong.


Makanan Khas Jawa Barat: Karedok

Karedok (Sumber: https://www.unileverfoodsolutions.co.id)


Indonesia kaya akan kuliner khas tradisional. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki makanan/minuman atau kuliner khas. Tidak hanya disukai oleh masyarakat lokal yang bersangkutan, makanan khas daerah seringkali juga digemari oleh masyarakat daerah lain dan bahkan juga turis mancanegara yang datang berkunjung.

Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kuliner khas tradisionalnya. Kuliner khas dari daerah ini banyak diakui memiliki cita rasa yang enak dan unik serta telah pula menyebar ke daerah-daerah lain. Berikut ini saya “hidangkan” ke hadapan Anda karedok, sebuah produk kuliner khas dari provinsi asal masyarakat Sunda ini.

Karedok merupakan salah satu produk kuliner khas Sunda. Sepintas makanan ini mirip dengan pecel dan lotek baik bahan-bahan yang digunakan untuk membuatnya maupun bumbu-bumbunya. Namun, jika diamati dengan cermat dan detail, karedok memiliki perbedaan dengan pecel dan lotek.

Karedok (Sumber: http://www.primarasa.co.id)

Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah. Hal inilah yang membedakannya dengan pecel dan lotek karena bahan sayuran untuk pecel dan lotek lazim direbus lebih dahulu sebelum dipotong-potong dan disiram bumbu. Sayur-sayuran yang biasa digunakan untuk membuat karedok, antara lain, mentimun, kol (kubis), kacang panjang, daun kemangi, dan terong. Sayur-mayur ini dicampur dengan tauge (kecambah).

Adapun bumbu penyedapnya adalah bumbu basah yang didominasi kacang tanah. Kacang tanah goreng dihaluskan dengan garam, bawang putih, cabai merah, kencur, gula merah, dan terasi. Adonan ini kemudian diberi air asam jawa (air hasil rendaman asam jawa yang sudah matang).

Ada yang menyebut karedok sebagai salad tradisional. Hal ini karena karedok terbuat dari sayur-sayuran mentah. Karedok biasanya menjadi makanan pelengkap. Kita bisa menyantapnya dengan nasi, lontong, atau ketupat. Atau, jika sedang diet, Anda bisa langsung menyantapnya tanpa makanan pokok yang mengandung karbohidrat (nasi, lontong, atau ketupat). 


Monday, January 7, 2019

Makanan Khas Jawa Barat: Lotek

Lotek (Sumber: siliwangitrans.com)


Indonesia kaya akan kuliner khas tradisional. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki makanan/minuman atau kuliner khas. Tidak hanya disukai oleh masyarakat lokal yang bersangkutan, makanan khas daerah seringkali juga digemari oleh masyarakat daerah lain dan bahkan juga turis mancanegara yang datang berkunjung.
Jawa Barat adalah salah satu daerah yang terkenal dengan kuliner khas tradisionalnya. Kuliner khas dari daerah ini banyak diakui memiliki cita rasa yang enak dan unik serta telah pula menyebar ke daerah-daerah lain. Berikut ini saya “hidangkan” ke hadapan Anda salah satu produk kuliner khas dari provinsi domisili masyarakat Sunda ini, yakni lotek.
Lotek sepintas memiliki tampilan yang mirip dengan gado-gado, makanan legendaris Indonesia. Lotek terdiri atas beberapa jenis sayuran yang direbus, kemudian dipotong-potong dalam ukuran besar dan disiram dengan racikan bumbu kacang. Tidak sebagaimana bumbu kacang untuk gado-gado, racikan bumbu kacang untuk lotek ditambahi dengan kencur dan terasi sehingga bau dan rasanya lebih harum dan menggugah selera.
Jenis sayuran yang digunakan biasanya berupa bayam, kangkung, kacang panjang, kubis, labu siam, mentimun, dan tauge. Bahan tambahan yang sering atau bisa disertakan adalah irisan bakwan, telur rebus, irisan tempe goreng, irisan tahu goreng, serta taburan kerupuk remas atau kerupuk kecil-kecil dan irisan bawang putih goreng. Adapun racikan bumbu kacangnya, selain terdiri atas kencur dan terasi, juga kacang tanah goreng, garam, bawang putih, gula merah, cabai merah besar, cabai rawit, dan air asam jawa.
Dibandingkan dengan gado-gado dan pecel, aroma lotek terasa lebih kuat dan menggugah selera serta citarasanya lebih kaya. Lotek dapat disantap dengan lontong, ketupat, atau nasi putih. Jika pilihannya lontong atau ketupat, biasanya keduanya akan dipotong-potong dan diaduk-aduk hingga rata dengan adonan lotek yang sudah jadi. Jika nasi yang dipilih, biasanya nasi akan ditempatkan di wadah tersendiri yang terpisah dan lotek dinikmati sebagai lauknya.

Saturday, January 5, 2019

Makanan Khas Jawa Barat: Empal Gentong

Empal gentong (Sumber: (aanprihandaya-https royaltumpeng.com)


Jawa Barat adalah salah satu daerah yang dikenal memiliki kuliner khas tradisional. Kuliner khas dari daerah ini banyak diakui memiliki cita rasa yang enak dan unik serta telah pula menyebar ke daerah-daerah lain. Berikut ini saya “hidangkan” ke hadapan Anda salah satu produk kuliner khas dari provinsi asal masyarakat Sunda ini, yakni empal gentong.

Seperti halnya sega jamblang, empal gentong juga berasal dari Cirebon. Masakan ini sepintas mirip atau menyerupai gulai. Namun, jika gulai umumnya terbuat dari daging kambing, empal gentong terbuat dari daging sapi.

Bahan dasar untuk membuat empal gentong adalah daging dan jeroan (usus, babat, limfa, dan hati) sapi. Irisan daging dan jeroan dimasak dengan kuah dari kaldu sapi dan santan kelapa. Berbagai macam bumbu dan rempah yang digunakan adalah garam, gula pasir, kemiri, ketumbar, bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, kunyit, serai, jinten, kapulaga, kayu manis, dan sebagainya.

Semua adonan dimasak dengan wadah yang disebut gentong, yakni semacam periuk, tempayan, atau kendil besar yang terbuat dari tanah liat. Adapun sumber panas atau api yang digunakan untuk memasaknya bukan berasal dari kompor gas atau kompor minyak tanah, melainkan dari kayu bakar (dengan anglo). Konon kayu bakar yang digunakan juga berasal dari pohon/tanaman khusus, yakni mangga.

Empal gentong disajikan dengan taburan irisan bawang goreng dan daun kucai (Allium tuberosum). Masakan sedap ini biasanya disantap dengan nasi putih atau lontong. Sebagai pelengkap, dapat ditambahkan sambal yang terbuat dari cabai kering giling.

Makanan Khas Jawa Barat: Sega Jamblang

Sega jamblang (Sumber: travel-tempo.co)


Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kuliner khas tradisionalnya. Kuliner khas dari daerah ini banyak diakui memiliki cita rasa yang enak dan unik serta telah pula menyebar ke daerah-daerah lain. Berikut ini saya “hidangkan” ke hadapan Anda salah satu kuliner khas dari Sunda ini, yakni sega jambalang.

Sega jamblang merupakan nama lain dari nasi jamblang, makanan khas dari Cirebon (sega artinya ‘nasi’). Yang sangat khas dari makanan ini adalah cara menghidangkannya yang dilakukan dengan alas atau bungkus daun jati. Kekhasannya yang lain adalah nasi disajikan dengan berbagai jenis lauk pauk yang kaya warna dan rasa. Nasi putih dihidangkan di atas daun jati, kemudian di atas atau di sekelilingnya disandingkan berbagai jenis lauk: sambal goreng, tahu sayur, paru sapi goreng, telur dadar, semur daging atau hati, perkedel, sate kentang, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe goreng, pepes ikan, dan sebagainya.

Benar-benar meriah dan ramai rasanya, seperti nano-nano. Dengan berbagai jenis lauk yang terhidang, nasi jamblang sudah pasti sedap untuk disantap. Anda mungkin tidak perlu menyantap semua jenis lauk yang dihidangkan, tetapi cukup memilih beberapa di antaranya saja yang benar-benar sesuai dengan selera Anda.

Nama atau istilah sega jamblang ada asal-usul historisnya. Konon, nama makanan ini diadopsi dari nama sebuah desa di sebelah barat kota Cirebon, yakni Desa Jamblang, yang masih dalam wilayah Kabupaten Cirebon. Dan perlu Anda ketahui, meski bernama ‘nasi jamblang’, makanan ini menurut Wikipedia, sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pohon atau buah jamblang.

Monday, December 24, 2018

Empat Sambal Oleh-Oleh Khas Belitung yang Unik

Sambal rusip (Sumber: bisnisbandung.com)


Sebagai wilayah yang dikelilingi laut, Belitung menawarkan olahan dengan bahan utama ikan yang bisa dibawa pulang sebagai buah tangan oleh para wisatawan. Salah satunya dalam bentuk beragam sambal. Aneka sambal itu unik karena proses fermentasinya. Semuanya bisa ditemukan di toko oleh-oleh dan tradisional Hatta di Jalan Hayati Maklum, Tanjung Pandan.

1.       Rusip
Rusip tak lain dari ikan teri atau masyarakat Belitung menyebutkan bilis yang diolah dengan cara fermentasi. Ikan bilis terlebih dulu dicuci, dibuang kepala dan kotorannya, lalu ditiriskan.

Setelah benar-benar kering, diberi garam sambil diremas-remas. Disimpan dalam wadah tertutup selama sehari. Kemudian, diberi gula merah yang sudah dicairkan.

Proses selanjutnya adalah disimpan dalam wadah tertutup selama seminggu. Jika telah menghasilkan aroma khas dan agak sedikit asam, tandanya rusip sudah siap dikonsumsi. Anda bisa langsung menjadikan sambal yang dilengkapi dengan lalapan.

Bisa juga sambal rusip yang diolah terlebih dulu dengan menambahkan bawang merah, serai, dan cabai rawit plus jeruk kunci khas pulau ini juga. Rusip bisa juga menjadi bumbu dalam berbagai  olahan. Di toko oleh-oleh maupun pasar tradisional bisa ditemukan dalam botol plastik ukuran 200 ml seharga Rp 25 ribu.
 2.  Calok
Dijual dalam botol transparan, calok terlihat kemerahan karena terbuat dari udang kecil yang masih segar. Warga setempat menyebutnya dengan udang cencalo alias rebon. Proses pembuatannya kurang lebih sama dengan rusip.

Sambal calok (Sumber: tokopedia.com)

Jika dipadu dengan nasi dan lalapan seperti mentimun, tomat, atau sayuran lain, nikmatnya tiada tara. Harga per botol dengan ukuran minuman 200 ml sekitar Rp 35 ribu.
 3.  Belacan Sijok
Terasi menjadi hasil olahan yang banyak ditemukan di daerah pesisir, demikian juga di Provinsi Bangka Belitung. Di Belitung yang terkenal adalah terasi dari Desa Sijok. Bila tak mau repot, Anda pun bisa membeli sambal terasi yang siap saji. Per botol harganya pada kisaran Rp 25 ribu.
Sambal belacan sijok (Sumber: indonesiakaya.com)

 4.  Tauco
Tauco tak ketinggalan menjadi oleh-oleh Belitung. Kekhasannya karena masih terliha kacang kedelai yang utuh dan warnanya kekuningan, bukan cokelat seperti umumnya. Tauco ini bisa ditemukan di pasar dan toko oleh-oleh, per botol harganya pada kisaran Rp 25-30 ribu.

Sempatkan Menjajal Kuliner Khas Palu Sebelum Menyesal

Duo sale (Sumber: (http://oknusantara.com)


Jika sedang berkunjung ke Kota Palu, tentunya belum afdol jika tidak mencoba kuliner khasnya. Saat kita berkunjung ke sebuah daerah lain, kita akan menemukan berbagai hal yang belum kita temukan di tempat kita tinggal. Salah satunya adalah kuliner; jadi cobalah mencicipi kuliner khas Palu ketika berkunjung ke sana.
1.       Duo Sale
Kuliner khas Palu satu ini terbuat dari ikan teri yang telah dikeringkan dan kemudian dimasak dengan bumbu cabai merah, bawang merah, dan juga tomat. Memiliki cita rasa manis tak terlalu pedas, makanan khas Kota Palu ini cocok disantap bersama nasi hangat atau nasi jagung.
2.       Uta Kelo
Makanan satu ini tergolong unik karena daun kelor bukanlah bahan makanan yang umum disantap di daerah lain. Memiliki ciri khas berkuah, kuliner khas Sulawesi Tengah ini kerap membuat orang yang mencicipinya merasa ketagihan.
3.       Palumara
Lauk khas Palu lainnya yang bisa melengkapi sajian nasi jagung adalah palumara. Palumara sendiri merupakan sup ikan khas Palu yang memiliki rasa khas pedas dan asam. Palumara dimasak dengan ikan laut khas di Laut Sulawesi. Kuliner Palu satu ini wajib dicicipi penggemar seafood.
Palumara (Sumber: cookpad.com)
4.       Lalampa
Lalampa adalah makanan ringan khas Palu yang sekilas terlihat seperti lemper. Namun, yang membedakan adalah isian dari makanan ini, yaitu ikan cakalang. Dimasak dengan cara dibakar, makanan Palu satu ini memiliki aroma khas yang sangat sedap.
5.       Labia Dange
Kuliner khas Palu lainnya adalah labia dange atau sagu dange. Camilan Palu satu ini terbuat dari sagu yang dimasak menggunakan wajan dan tungku tanah liat. Biasa disantap dengan olahan gula merah atau dengan ikan, makanan ini memiliki cita rasa gurih dan renyah yang lezat.
6.       Milu Siram
Kuliner Palu selanjutnya juga masih terbuat dari jagung. Milu siram yang dikenal juga dengan nama binte biluhuta adalah sup jagung yang dilengkapi ikan dan udang. Cita rasa makanan khas Palu ini adalah manis, pedas, dan asin serta dipercaya ampuh untuk menghancurkan kolesterol jahat yang ada pada tubuh kita.
Milu siram (Sumber: (http://arsip-facebook.blogspot.com)
7.       Onyop
Sekilas, kuliner khas Palu ini terlihat seperti jenang, makanan khas Jawa Timur. Yang membedakannya adalah onyop disajikan bersama kuah ikan yang memiliki rasa asam yang segar.
8.       Saraba
Saraba adalah minuman khas Palu yang memiliki rasa menyerupai wedang jahe dan disajikan dalam keadaan hangat. Minuman ini sangat pas untuk diseruput saat hari hujan atau malam hari saat udara dingin. Untuk Anda yang menyukai rasa manis, saraba juga sedap jika diberi tambahan susu kental manis.
Saraba (Sumber: (cookpad.com)

9.       Kaledo
Kuliner khas Kota Palu selanjutnya sangat cocok untuk Anda penggemar daging sapi. Kaledo adalah sejenis sup kaki sapi yang diolah dengan bumbu-bumbu khas dan menjadikannya sangat gurih dan lezat.
10.   Kapurung
Kapurung adalah kuliner khas Palu yang juga terbuat dari sagu. Sagu yang telah masak kemudian disiram kuah kuning yang terbuat dari kaldu ikan, sayuran, irisan mangga, dan daging udang yang membuat panganan ini sangat gurih.